Risiko diabetes meningkat jika ada riwayat keluarga dengan kondisi serupa. Gen tertentu membuat tubuh Anda lebih rentan mengalami resistensi insulin atau produksi insulin yang kurang optimal.
2. Kebiasaan Makan Tidak Sehat
Konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan karbohidrat olahan (seperti nasi putih atau roti) secara berlebihan bisa memicu obesitas dan resistensi insulin. Tubuh Anda kesulitan mengolah glukosa, sehingga gula darah pun melonjak.
Gaya hidup sedentari (malas bergerak) membuat otot kurang sensitif terhadap insulin. Akibatnya, gula menumpuk dalam darah alih-alih diubah menjadi energi.
4. Obesitas (Terutama Lemak Perut)
Lemak berlebih, terutama di area perut, memicu peradangan kronis dan mengganggu kerja insulin. Jika lingkar pinggang Anda melebihi 90 cm (pria) atau 80 cm (wanita), waspadalah!
Kurang tidur atau kualitas tidur rendah mengacaukan hormon pengatur nafsu makan (leptin dan ghrelin). Anda jadi lebih ingin makan manis atau junk food, yang berujung pada kenaikan berat badan dan risiko diabetes.
Saat stres, tubuh Anda memproduksi hormon kortisol yang bisa meningkatkan gula darah. Jika stres tidak dikelola dengan baik, efeknya bisa memicu resistensi insulin jangka panjang.
7. Kondisi Medis Tertentu
Penyakit seperti PCOS (pada wanita), hipertensi, atau kolesterol tinggi sering berkaitan dengan diabetes.